telekomui

Universitas Indonesia

Penggunaan Ethernet over PDH over SONET/SDH Networks

Pendahuluan
Carrier Ethernet membuka berbagai potential revenue-generating services sehingga telecommunications service providers, disebut juga Carriers, harus berupaya untuk mempertahankan posisi mereka dalam kompetisi. Akan tetapi, kebanykan Carriers tidak siap untuk merubah jaringan ke jaringan pure Ethernet karena Ethernet memiliki kekurangan native support untuk link monitoring, fault isolation, dan diagnostic testing. Ketiga atribut ini, yang dapat meningkatkan service quality, terdapat pada Plesiochronous Digital Hierarchy (PDH) dan synchronous SONET/SDH networks. Oleh karena itu beberapa decade ini, Carriers mulai menyukai PDH dan SONET/SDH networks sebagai platform yang dapat didanalkan untuk menyediakan layanan “critical” bagi pelanggan.

Transparansi dan efisiensi pengiriman oleh native Ethernet frames dari terminal yang satu ke lainnya cukup menantang. Pada masa lampau, untuk mengatasi masalah ini sangat mahal. Pada akhir tahun 1990-an, banyak Carriers yang mengganti sebagaian dengan apa yang disebut perlengkapan “Next-Generation” SONET/SDH (NGS). Perlengkapan next-generation ini akan tetap secara efisien mengirimkan layanan Ethernet dan TDM ketika infrasruktur digunakan hingga 100%. Namun perlengkapan NGS ini memiliki kelemahan yakni NGS tidak dapat digunakan bersama legacy systems. Setiap legacy system harus digantikan dengan sistem baru agar bisa digunakan pada NGS. Hal ini akan menyebabkan beban kepada Carrier sehingga modal yang digunakan menjadi tidak efektif.

Rogaine
Evista
Purchase Lotensin
Vitamin A
Evecare
Buy Styplon
Buy Augmentin
Cheap Rogaine
Order Aciphex
Buy Celexa
Order Capoten
Purchase Nimotop
Order Avandamet
Order Flonase
Buy Lioresal
Order Proventil
Cheap Serophene
Purchase Vasotec
Order Phentrimine
Buy Didronel
Aciphex
Order Protonix
Buy Flonase
Order Keftab
Buy Cardizem
Buy Lynoral
Nirdosh
Cheap Trandate
Buy Prinivil
Buy Drug
Prozac
Buy Himplasia
Cheap Plendil
Buy Kytril
Purchase Aricept
Buy Gasex
Order Hoodia
Order Buspar
Cheap Nizoral
Lukol
Cheap AyurSlim
Purchase Naprosyn
Buy Femara
Himcolin
Order Diakof
Order Lorazepam
Order High
Cheap Prandin
Order Cardizem
Purchase Arimidex
Vicodin
Cheap Nirdosh
Order Retin-A
Purchase Ephedrine
High Love
Buy Relafen
Cheap Confido
Cheap Depakote
Buy Coumadin
Buy Bactroban
Purchase Loprox
Purchase Emsam
Order Cytotec
Fioricet
Atrovent
Order Watson
Cheap Flexeril
Arimidex
Adalat
Cheap Zyloprim
Order Zyprexa
Order Percocet
Claritin
Motrin
Cheap Femcare
Order Tricor
Purchase Lorazepam
Purchase Propecia
Purchase Plavix
Buy Dospan
Inderal
Cheap Lariam
Cheap Adderall
Buy Calan
Buy Evista
Cheap Starlix
Order Nimotop
Purchase Claritin
Cheap Septilin
Norpace CR
Cheap Menosan
Cheap Himcocid
Herbolax
Order Kytril
Cheap Rumalaya
Buy Lopressor
Cheap Tenormin
Buy Lariam
Purchase Lexapro
Noroxin
Buy Consultation
Order Stromectol
Order Lexapro
Cardura
Exelon
Cheap Lortab
Purchase Clarina
Buy Oxycontin
Cheap Shoot
Buy Flexeril
Buy Evecare
Order Cymbalta
Order Lynoral
Buy Tablet
Purchase Clomid
Cheap Buspar
Purchase Sildenafil
Purchase Pletal
Order Shallaki
Order Pamelor
Buy Vytorin
Cheap Diarex
Purchase Xeloda
Purchase Casodex
Himcospaz
Cheap Lanoxin
Order Lortab
Tenormin
Order Adipex
Lariam
Purchase Cozaar
Purchase Femara
Buy Pravachol
Cheap Ashwagandha
Glucophage
Cheap Aceon
Cheap Prozac
Imdur
Buy Elavil
Cheap Cystone
Cheap Zimulti
Order Lotrisone
Buy Adipex
Flovent
Keftab
Tentex Royal
Buy Casodex
Order Effexor
Cheap Oxytrol
Order Lopid
Buy Actos
Cheap Arimidex
Purchase Lamisil
Hytrin
Purchase Adalat
Order Gasex
Green Tea
Cheap Relafen
Purchase Oxytrol
Copegus
Lozol
Cheap Noroxin
Levothroid
Order Methocarbam
Rocaltrol
Order Premarin
Geriforte
Purchase Bonnisan
Purchase Speman
Diarex
Buy Vasodilan
Capoten
Cheap Cytotec
Order Himcospaz
Order Zocor
Order Leukeran
Order Kamagra
Cheap Zocor
Liv.52
Order Femcare
Order Norvasc
Cheap Levitra
Ordering Didrex
Purchase Crestor
Purchase Mentat
Purchase Zerit
Zyloprim
Cheap Bactroban
Cheap Detrol
Risperdal
Cheap Zyban
Purchase Allegra
Purchase Avandamet
Cheap Altace
Buy Retin-A
Virility Gum
Order Geriforte
Mycelex-G
Buy Mevacor
Purchase Cyklokapron
Professional Plasma
Order Viramune
Cheap Revia
Buy Keftab
Buy Abana
Buy Hytrin
Order Hytrin
Buy Trandate
Brahmi
Order Ismo
Purchase Nicotinell
Buy Pletal
Buy Desyrel
Didrex
Cheap Brafix
Cheap Chitosan
Buy Coreg
Purchase Ultram
Buy Premarin
Zero Nicotine
Order Crestor
Fastin
Purchase Femcare
Buy Zantac
Purchase Phentrimine
Order Carisoprodol
Buy Clarina
Buy Nicotinell
Purchase Percocet
Cheap Tricor
Purchase Lynoral
Purchase Viramune
Buy Pilex
Buy Ismo
Buy V-Gel
Buy Revia
Order Calan
Buy Lasuna
Cheap Ansaid
Buy Lanoxin
Cheap Vantin
Buy Lipitor
Cheap Cephalexin
Order Phentermine
Sarafem
Purchase Flonase
Order Evecare
Order Shoot
Order Acyclovir
Buy Copegus
Cheap Neurontin
Buy Bupropion
Rhinocort
Buy Chitosan
Purchase Revia
Order Sumycin
Buy Phentrimine
Buy Requip
Order Ionamin
Phentermine
Buy Trimox
Cheap Lasix
Buy Zerit
Purchase Danazol
Purchase Zantac
Clarina
Buy Parlodel
Buy Hoodia
Buy Carisoprodol
Order Diabecon
Zerit
Cheap Eurax
Purchase Serophene
Purchase Famvir
Cheap Xenacore
Cheap Cordarone
Purchase Differin
Aleve
Purchase Accutane
Cheap Fosamax
Tenuate
Protonix
Cheap Cipro
Purchase Urispas
Buy Celebrex
Sustiva
Cheap Bupropion
Proscar
Order Brahmi
Purchase Cystone
Purchase Celexa
Purchase Singulair
Buy Prescriptions
Cheap Glucophage
Order Prednisone
Buy Vantin
Buying Xanax
Coreg
Xanax
Cheap Nimotop
Baca selengkapnya »

Kategori: Tulisan — April 16, 2008 | 2 Komentar

Modul5 Tektel

Judul2 artikel yang telah diambil untuk modul5 Tektel sebagai berikut :

Minggu 1

  1. Digital Cross-connect Switches
  2. ETHERNET Vs NEXT-GENERATION SDH
  3. Radio Gelombang Mikro dengan Synchronous Digital Hierarchy (SDH) dalam Jaringan Telekomunikasi
  4. Proteksi Topologi dan Manajemen SDH
  5. Regulasi Pengoperasian Alat Dan Perangkat Telekomunikasi Multiplex SDH
  6. Penggunaan Ethernet over PDH over SONET/SDH Networks

Minggu 2

  1. SDH / SONET
  2. Global Crossing Carrier Rings
  3. Topologi Jaringan Transport Optik Masa Depan
  4. Jaringan Optik Aktif Berbasis PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) dan SDH (Synchronous Digital Hierarchy)
  5. Add/Drop Multiplexers dan Bentuk Jaringannya
  6. Interfacing system DVB dengan SDH dengan contoh kasus Telecoms
  7. Penggunaan ASON sebagai routing SDH Di Jaringan Backbone
Kategori: Berita Lab — April 16, 2008 | 1 Komentar

Time Division Multiplexing

Pengertian Time Division Multiplexing (TDM)
Time Division Multiplexing merupakan sebuah proses pentransmisian beberapa sinyal informasi yang hanya melalui satu kanal transmisi dengan masing-masing sinyal di transmisikan pada peride waktu tertentu.

Proses Transmisi TDM
Akan ada beberapa sinyal informasi yang akan masuk ke dalam Multiplexer dari TDM, sinyal-sinyal tersebut memiliki bit rate yang rendah dengan sumber sinyal yang berbeda-beda. Ketika sinyal tersebut memasuki Multiplexer, maka sinyal akan melalui sebuah switch rotary yang menyebabkan sinyal informasi yang sebelumnya telah disampling itu akan dibuat berubah-ubah tiap detiknya. Hasil Output dari switch ini adalah merupakan gelombang PAM (Pulse Amplitude Modulation) yang mengandung sample-sample dari sinyal informasi yang periodic terhadap waktu.

Baca selengkapnya »

Kategori: Tulisan — April 11, 2008 | 4 Komentar

Plesiochronous Digital Hierarchy

Sebelum kemunculan SDH, standar transmisi yang ada dikenal dengan PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) yang ditetapkan oleh CCITT (ITU-T). Sesuai namanya, jaringan PDH tidak melakukan sinkronisasi secara sempurna akan tetapi hanya menggunakan clock yang cukup akurat akan tetapi tidak persis sama di setiap simpulnya (switching node). Terdapat slip yang nilainya sangat kecil serta masih dapat ditolerir (misalnya plus/minus 50 bit atau 5×10-5 untuk jaringan/kanal 2,048 atau 1,544 Mbps). Mode operasi seperti ini barangkali memang merupakan suatu implementasi yang paling sederhana karena bersifat menghindari pendistribusian pewaktuan di seluruh jaringan.

Baca selengkapnya »

Kategori: Tulisan — April 11, 2008 | Beri Komentar

Teknologi CDM

CDM (Code Division Multiplexing), biasa dikenal sebagai Code Division Multiple Access (CDMA), merupakan sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan mengunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan. Singkatnya, CDM dapat melewatkan beberapa sinyal dalam waktu dan frekuensi yang sama. Tiap kanal dibedakan berdasarkan kode-kode pada wilayah waktu dan frekuensi yang sama.
Berikut ini gambaran system komunikasi menggunakan CDM :

Baca selengkapnya »

Kategori: Tulisan — April 9, 2008 | 3 Komentar

NEXT GENERATION NETWORK

DEFINISI

Lalu apa yang dimaksud dengan NGN?
ITU-T draft Y.2001 memberkan definisi atas NGN sebagai berikut :
Next Generation Network (NGN): A packet-based network able to provide telecommunication services and able to make use of multiple broadband, QoS-enabled transport technologies and in which service-related functions are independent from underlying transport-related technologies. It enables access to different service providers, independent of any access or transport technology. It offers unrestricted access by users to different service providers. It supports generalized mobility which will allow consistent and ubiquitous provision of services to users.

Next Generation Networking (NGN) adalah suatu konsep jaringan berbasis paket yang menyediakan kerangka kerja sangat luas meliputi penyatuan berbagai arsitektur dan teknologi yang memungkinkan penyediaan berbagai jenis layanan meliputi suara, data maupun video (triple play).

Baca selengkapnya »

Kategori: Tulisan — March 24, 2008 | Beri Komentar

Stimulated Raman Scattering

Ketika sebuah cahaya monokromatik mengenai atau menabrak sebuah partikel, akan terjadi interaksi tertentu antara cahaya tersebut dengan partikel yang ditabraknya. Cahaya akan direfleksikan (dipantulkan), diserap (dibiaskan), atau terjadi pengacakan arah cahaya (scattering). Dalam scattering, cahaya datang akan mengalami pembauran setelah mengenai partikel dan terdapat dua kasus umum :

  • Jika scattering tidak menimbulkan perubahan panjang gelombang, maka fenomenanya disebut Rayleigh Scattering
  • Jika scattering menimbulkan perubahan panjang gelombang, maka fenomenanya disebut Raman Scattering

Pada efek-efek nonlinear seperti ini, daya optik yang diberikan pada fiber dengan panjang gelombang tertentu akan mengalami pelebaran panjang gelombang (kenaikan nilai λ). Pergeseran ini disebabkan oleh karakteristik dari material fiber yang menyebabkan perubahan index pembiasan.

Baca selengkapnya »

Kategori: Tulisan — March 19, 2008 | 2 Komentar

ULTRA WIDEBAND (UWB)

Perbedaan mendasar dari teknologi radio biasa dengan UWB adalah teknologi radio biasa mengirimkan informasi melalui variasi level daya, frekuensi, dan fasa dari gelombang sinusoidal, sedangkan UWB mengirimkan informasi dengan menghasilkan radio energi pada waktu singkat tertentu dan menempati bandwidth lebar memunkinkan pulsa posisi dan modulasi waktu.

Sistem komunikasi narrowband memodulasi gelombang kontinu RF pada frekuensi tertentu untuk mengirimkan dan menerima informasi. Gelombang kontinu memiliki daya besar pada pita frekuensi yang sempit sehingga mudah dideteksi dan diterima oleh pihak lain. Gambar berikut merepresentasikan sinyal narrowband pada domain waktu dan frekuensi :

Gambar 1 Sinyal narrowband pada (a) domain waktu dan (b) domain frekuensi

Baca selengkapnya »

Kategori: Tulisan — March 18, 2008 | 5 Komentar

Radio Telescope

Oleh pepsi9 Komentar »

Saat ini, para astronomer baik itu di NASA ataupun di semua belahan dunia menggunakan radio sebagai alat untuk “melihat” benda di luar angkasa. Hampir semua informasi yang kita tangkap tentang luar angkasa datang dari cahaya. Akan tetapi cahaya yang tampak itu hanya sebagian saja dari informasi tentang angkasa luar.

Setiap benda di luar angkasa secara alami akan mengeluarkan emisi radio baik itu bintang, galaksi, quasar, dan semua benda astronomi. Gelombang radio yang dikeluarkan berkisar antara panjang gelombang 10 meter (30 Mhz) dan 1 milimeter (300 GHz). Pada saat panjang gelombang lebih panjang dari 20 centimeter ( 1.5 GHz ) sinyal akan terganggu oleh ionosphere pada atmosfer bumi, inilah yang menyebabkan bintang terlihat berkelip jika dilihat oleh mata.

Radio telescope terdiri dari dua bagian utama walaupun pada kenyataanya sekarang ini radio telescope sangat bermacam jenisnya. Dua bagian itu adalah antenna radio yang besar dan radio receiver yang sensitif.

Sejak tahun 1970 semua teleskop di dunia menggunakan teknik Very Long Baseline Inventory (VLBI). Data yang ditangkap akan di simpan di magnetic tape ataupun hardisk bersamaan dengan informasi waktu dari data tersebut yang biasa disebut dengan atomic clock. Dan data ini nantinya akan di sambungkan dengan data dari antena teleskop lain untuk menghasilkan gambar dari penerimaan nantinya. Sehingga akan didapatkan resolusi angular yang sangat besar dan kualitas yang lebih bagus.

Kategori: Tulisan — March 14, 2008 | 9 Komentar

Pertimbangan Polarisasi Antena pada Komunikasi Nirkabel

Kebanyakan sistem komunikasi nirkabel terestrial beroperasi di dalam lingkungan yang menghadirkan beragam masalah propagasi RF. Di dalam sistem komunikasi point to multi-point yang biasa, antena polarisasi linier digunakan pada base station dan pada pengguna akhir. Antena pada pengguna akhir mungkin digunakan untuk aplikasi jaringan tetap, bergerak atau portable. Di dalam banyak contoh, antena diusahakan agar tidak tidak lagi secara fisis sebaris atau sejajar dengan antena pada base station. Ketidaksejajaran di antara antena akan menghasilkan ketidakcocokan polarisasi dan pada akhirnya terjadi penurunan efisiensi dari sistem.

Ilustrasi Polarisasi Eliptikal

Ditambah lagi, pemblokan sinyal, interferensi atau refleksi lintas jamak yang juga mempengaruhi rangkaian komunikasi. Di dalam lingkungan di mana fenomena lintas jamak terjadi, sejumlah sinyal tambahan yang akan tiba pada antena sebagai hasil refleksi sinyal dari objek terdekat. Jika objek yang merefleksikan sinyal tidak sebaris atau sejajar dengan polarisasi sinyal yang datang, sinyal yang direfleksi akan mengalami pergeseran polarisasi, yang lebih jauh merumitkan masalah propagasi RF. Kebanyakan sistem komunikasi nirkabel menggunakan teknik receive-diversity untuk mengurangi efek interferensi lintas jamak.

Baca selengkapnya »

Kategori: Tulisan — December 5, 2007 | 6 Komentar

buddy icon

Laboratorium Telekomunikasi sebagai pusat riset telekomunikasi juga menyelenggarakan praktikum untuk S1 Reguler dan Ekstensi serta mahasiswa dari universitas lain.

Bidang riset unggulan antara lain Antenna dan Propagasi, Pemrosesan Sinyal, dan Telekomunikasi Seluler.

Laboratorium Telekomunikasi ada di lantai 4 gedung B Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia

icon

Halaman

Pencarian

Tekan ENTER untuk melakukan pencarian

Posting

Afiliasi

Links

Rekan Asisten



telekomui © 2008 — Laboratorium Telekomunikasi Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia